intermezo with

Menunggu bedug buka puasa

Ditulis dalam junk, life oleh kifaruqi pada Oktober 9, 2011

Ramadhan kemarin, saya dan @amrianneu menghadiri acara yang menampilkan Ua Dodong Kodir sebagai salah satu pembicara – selanjutnya saya panggil dia Ua- . Ua adalah mantan pemusik sanggar tari di STSI (Sekolah Tinggi Seni Indonesia) yang terletak di daerah Buah batu. Alat yang ditampilkan Ua sangat menarik, dari bahan-bahan ‘sampah’ Ua dapat menciptakan alat yang dapat menirukan suara-suara alam. Seperti angin tornado, binatang dan sisanya saya lupa. Dengan alat-alat buatannya tersebut Ua Dodong telah berkeliling dunia dan beberapa-nya disimpan di berbagai museum di luar negeri.

sepulang dari acara tersebut saya dan @amrianneu ngobrol ngalor-ngidul di taman sekitaran tempat acara tersebut diselenggarakan. Salah satunya dia bertanya mengapa kesadaran akan lingkungan hidup sangat rendah di negara berkembang atau negara ketiga, khususnya di negara kita. Contoh kecil, klasifikasi sampah organik dan non-organik hanya ada di tempat sampah di daerah tertentu saja, ketika sampai TPS semua sampah yang mungkin susah payah dipisahkan tersebut akan bercampur kembali, agak sia-sia sepertinya yah.

Dari pembicaraan tersebut saya kembali mengingat teori dari Bung Maslow mengenai ‘A Theory of Human Motivation’, Bung Maslow membagi menjadi lima kebutuhan dasar dari manusia yang disusun dalam bentuk piramid. Sebenarnya saya hanya menyambung-nyambungkan entah benar atau tidak, gak tau!!!. Lima kebutuhan dasar yang dirumuskan oleh Bung Maslow tersebut adalah (saya susun terbalik yes)

  • The Physiological Needs : kebutuhan dasar seperti makan, minum, bernafas, tidur, pipis, buang air besar.
  • The Safety Needs : kesehatan, pekerjaan yang layak, tempat tinggal
  • The Love Needs : keluarga, pertemanan.
  • The Esteem Needs : pengakuan dari orang lain
  • The Need for self actualization : nah ini saya bingung nih apa saja yah, pokoknya “What a man can be, he must be”. Lahirnya kreatifitas mungkin dari sini *capruk mode*

Nah ketika kebutuhan pada piramida terbawah telah terpenuhi maka dia akan berlanjut kepada piramida diatasnya. Sebagian besar dari kita masih banyak yang berkutat pada piramida terbawah, masih banyak yang bergelut untuk mendapatkan makan, minum serta mendapatkan tempat tinggal yang layak. Pernah saya baca di linimasa tuiter -sehingga referensi dari mana saya dapatkan mohon diabaikan, karena sudah lupa- hanya 30% penduduk Indonesia yang berpenghasilan > 3 Juta Rupiah per bulan. Dari data dan teori yang saya comot seenaknya tersebut bisa ditarik kesimpulan bahwa pantaslah kesadaran untuk keadaan lingkungan yang ramah untuk hidup sangat kurang, kita hanya peduli kepada isu lingkungan hidup yang bersinggungan langsung dengan kita misal banjir, asap rokok yang menganggu kita. Solusi yang kita ambil pun biasanya bukan solusi permanen atas hal-hal yang kita alami secara langsung, misal kalau banjir yah pindah rumah. Mungkin bila ada berita banjir di koran atau televisi yang dialami di daerah lain tindakan yang paling jauh kita lakukan adalah mengelus dada dan berkata ‘amit-amit, semoga gak terjadi sama kita yah’.

Tetapi saya pernah menemukan beberapa pencilan dari generalisasi di atas, ah banyak sekali saya temukan. Eh, kalau banyak harusnya tak termasuk pencilan yah hehe.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.